Rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan yang khidmat, meliputi pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Mars Muhammadiyah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Trisakti Achmad Hidayat, dan Ketua HIMAKSIDA, Halimatus Sa’diyah. Keduanya menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini mampu menjadi wadah edukasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk lebih peduli dalam mengelola keuangan pribadi.
Dalam sambutannya, Trisakti menekankan pentingnya pengetahuan yang benar sebelum terjun ke dunia investasi. “Peluang untuk mengelola keuangan dan berinvestasi terbuka lebar, namun tanpa bekal pengetahuan yang tepat, bukan keuntungan yang diperoleh melainkan kerugian yang bisa menghantui masa depan,” ujarnya. Menurutnya, workshop ini dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk memahami strategi berinvestasi yang aman, sesuai dengan profil risiko masing-masing, dan tidak terjebak pada praktik investasi ilegal.
Senada dengan itu, Ketua HIMAKSIDA, Halimatus Sa’diyah, menambahkan bahwa workshop ini dirancang tidak hanya sebagai forum belajar, tetapi juga untuk menumbuhkan motivasi berinvestasi secara cerdas. “Dengan terselenggaranya workshop ini, kami berharap peserta yang mengikuti dapat memperoleh wawasan baru dan termotivasi untuk berinvestasi, khususnya pada era digital yang penuh tantangan sekaligus peluang,” jelasnya.
Setelah sesi sambutan, acara inti dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber berpengalaman, yakni Cita Mellisa, Head of IDX Representative Office East Java, dan Efraim Samuel Sitanggang, Research Associate Reliance.
Narasumber pertama, Cita Mellisa, menyampaikan materi seputar investasi di pasar modal. Ia menjelaskan pasar modal sebagai tempat bertemunya pemilik modal dan perusahaan yang membutuhkan dana melalui instrumen seperti saham, obligasi, maupun reksa dana. Dalam paparannya, Cita menekankan pentingnya peran Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai lembaga yang aktif melakukan edukasi masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam investasi ilegal.
Lebih lanjut, Cita menyoroti kesalahan umum investor pemula, antara lain tidak memiliki perencanaan investasi yang jelas, menggunakan dana pinjaman untuk modal investasi, hingga enggan melakukan diversifikasi portofolio. Untuk menghindari hal-hal tersebut, ia menyarankan peserta untuk memegang prinsip paham, punya, dan pantau. Artinya, investor harus memahami produk investasi, benar-benar memilikinya, dan secara konsisten memantau perkembangannya.
Sementara itu, narasumber kedua, Efraim Samuel Sitanggang, memberikan materi yang lebih teknis dengan fokus pada cara memilih saham yang tepat serta strategi analisis investasi. Ia menyoroti pentingnya literasi keuangan di Indonesia, terutama bagi generasi muda yang saat ini menjadi motor penggerak investasi nasional.
Mengutip data survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024, Efraim menyebut bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia telah mencapai 65,34 persen. Lebih menggembirakan lagi, angka tersebut didominasi oleh generasi muda dengan persentase sekitar 70 persen. Menurutnya, tren ini menunjukkan adanya optimisme bahwa generasi muda semakin sadar akan pentingnya berinvestasi dan siap berperan dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia.
Efraim juga memaparkan dua metode analisis yang bisa digunakan investor, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental berfokus pada kinerja keuangan perusahaan, seperti rasio likuiditas, solvabilitas, serta profitabilitas, untuk menilai kesehatan dan prospek bisnis suatu emiten. Sementara analisis teknikal digunakan untuk menentukan momentum yang tepat dalam bertransaksi dengan memperhatikan pola grafik harga, termasuk unsur support dan resistance.
Melalui kombinasi kedua metode tersebut, Efraim menegaskan bahwa investor dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan, sekaligus meminimalisasi risiko yang mungkin muncul dalam berinvestasi di pasar modal.
Selama berlangsungnya workshop, para peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi serta aktif dalam sesi tanya jawab. Hal ini menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memahami dunia investasi sekaligus kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan pribadi.
Kegiatan workshop ini juga menegaskan komitmen HIMAKSIDA untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, diharapkan para peserta tidak hanya mampu menjadi investor muda yang berani, tetapi juga bijak dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan finansial mereka.
Melalui Workshop Finance Online ini, HIMAKSIDA membuktikan bahwa organisasi mahasiswa dapat berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang cerdas finansial, siap menghadapi tantangan era digital, dan mampu mengelola keuangan secara tepat demi masa depan yang lebih baik.


Posting Komentar